Darah? Darah Siapa? Ramon menggunakan kain pelnya untuk membersihkan darah amis itu hingga bersih. Ramon tidak sadar, selama ia berjongkok ada sepasang kaki telanjang yang pucat, mengintainya dari balik kaki meja, kaki itu milik seorang perempuan.
Di sebuah desa ada kepercayaan, siapapun laki-laki yang berbuat jahat, memerkosa dan membunuh seorang gadis, akan mendapat kutukan: ia akan menjelma bagaikan kera yang sedang merangkai bukit yang mengitari desa itu. Saat itu sudah ada enam ekor "kera" di punggung bukit.
“Panggil aku: Re:!” “Pekerjaanku pelacur!” “Lebih tepatnya, pelacur lesbian!” Pertemuan dengan Re:, si pelacur lesbian, mengubah jalan hidup Herman. Semula, mahasiswa Kriminologi itu menganggap Re: sekadar objek penelitian skripsinya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Kisah hidup Re: yang berliku menyeret Herman hingga jauh ke dalam. Herman terpaksa terlibat dalam sisi ter…