Text
Rumah di Seribu Ombak
Aku melihat lagi langit di atas laut lovina. Kenangan berasamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi kita. Apa kabar hidupmu?
Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadimu tak sewarna dengan yang mengalir di nadiku. Namun, bukankah kita tak pernah bisa memilih dengan warna apa kita lahir? Kita lahir, lalu menemukan tawa berasama. Menyatukan cerita bersama. Menjumputi mimpi bersama.
Mengapa kini kau lari menjauh?
Lalu, apa kabarmu? Mengangakah masih lukamu yang dulu? Atau, kini sudah terpilihkan bagimu akhir yang bahagia? Maafkan aku. Maafkan karena tak bisa selalu menjadi laut yang tetap menyimpan rahasiamu.
No other version available