Text
Titik Nol : Makna Sebuah Perjalanan
Agustinus Wibowo seorang backpacker yang telah melintasi berbagai belahan dunia akan kembali bercerita tentang pengalamannya sebagai seorang backpacker dalam buku yang berjudul Titik Nol. Buku setebal 568 halaman ini akan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan siap dirilis 21 Februari.
Titik Nol merupakan buku ketiga yang ditulis oleh Agustinus. Sebelumnya ia juga pernah menuliskan pengalamannya sebagai backpacker dalam buku Selimut Debu (2010) dan Garis Batas (2011).
"Jauh. Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu? Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol. Para pengelana lautan mengarungi samudra luas. Para pendaki menyambung nyawa menaklukan puncak", tulis Agustinus dalam kata pengantarnya, seolah ingin membangun semangat orang untuk berani melakukan perjalan dan berpetualangan.
"Juga terpukau pesona kata “jauh”, si musafir menceburkan diri dalam sebuah perjalanan akbar keliling dunia. Menyelundup ke tanah terlarang di Himalaya, mendiami Kashmir yang misterius, hingga menjadi saksi kemelut perang dan pembantaian. Dimulai dari sebuah mimpi, ini adalah perjuangan untuk mencari sebuah makna. Hingga akhirnya setelah mengelana begitu jauh, si musafir pulang, bersujud di samping ranjang ibunya. Dan justru dari ibunya yang tidak pernah ke mana-mana itulah, dia menemukan satu demi satu makna perjalanan yang selama ini terabaikan," tulis Agus seolah ingin menguatkan maksud kata 'makna dari sebuah perjalanan' yang tertulis di sampul buku Titik Nol.
“Buku Agustinus telah menarik cakrawala yang jauh pada penulisan perjalanan (travel writing) di Indonesia. Penulisan yang dalam, pengalaman yang luar biasa, membuat tulisan ini seperti buku kehidupan. Titik Nol merupakan cara bertutur yang benar-benar baru dalam travel writing di negeri ini", kata Qaris Tadjudin dalam testimoni nya di buku itu.
No other version available