Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralog…
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusasteraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dari sisinya yang berbeda. Tetralogi …
Seharusnya ada pepatah bijak yang berbunyi: 'Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan'. Sekalipun ganjil terdengar, tapi itu penting. Pepatah bukan sekadar kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang santai ke tepian. Dibutu…
Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap. (Milea) Senakal-nakalnya anak geng motor, lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek agama. (Dilan)
Bagi Kenzo, cinta ibarat secangkir kopi. Terkadang terasa pahit, tetapi tetap memiliki banyak lapis rasa. Bagi Ririn, kakak Kenzo, cinta hanya memiliki dua rasa, pahit dan manis. Meski Kenzo meyakinkan selalu ada ruang untuk dongeng cinta. Ririn berusaha melupakan cinta karena pahitlah yang mendominasi kisahnya. Ketika cinta benar-benar ada di hadapan keduanya, mampukah mereka menerima d…
Sepanjang hidupnya, Winston berusaha menjadi warga negara yang baik dengan mematuhi setiap aturan Partai meski jauh di dalam hati dan pikirannya bersemayam antipati terhadap kediktatoran yang ada di negaranya. Walaupun begitu, Winston tidak berani melakukan perlawanan secara terbuka. Tidak mengherankan, karena Polisi Pikiran, teleskrin, dan mikrofon tersembunyi membuat privasi hanya serupa f…
Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya? Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayah…
Darah? Darah Siapa? Ramon menggunakan kain pelnya untuk membersihkan darah amis itu hingga bersih. Ramon tidak sadar, selama ia berjongkok ada sepasang kaki telanjang yang pucat, mengintainya dari balik kaki meja, kaki itu milik seorang perempuan.
Di sebuah desa ada kepercayaan, siapapun laki-laki yang berbuat jahat, memerkosa dan membunuh seorang gadis, akan mendapat kutukan: ia akan menjelma bagaikan kera yang sedang merangkai bukit yang mengitari desa itu. Saat itu sudah ada enam ekor "kera" di punggung bukit.