Situasi politik di Boyolali pada 1965 telah mengubah jalan hidup banyak orang. Korban berjatuhan dan Noto menjadi salah satu korban masa kelam itu. Orangtuanya terbakar bersama rumah mereka, namun Noto kecil berhasil selamat. Menjadi sebatang kara, ia masih beruntung karena memiliki keluarga jauh. Ia tinggal bersama pamannya dan dibesarkan sampai dewasa dan memilih menjadi tentara.
Seorang remaja meninggalkan kampung halamannya demi mengejar sebuah mimpi, dia ingin berkuliah. Pendek kata, dia ingin mengubah hidupnya. Tetapi, Belum genap sebulan menjadi mahasiswa, ayahnya jatuh sakit dan tidak bisa mengirimi uang untuk kuliah. Akhirnya demi mencukupi kebutuhan hidupnya, dia terpaksa berjualan koran. Siapa sangka di jalanan dia justru mendapat banyak ilmu dan pengalaman …
Pada tahun 1445 Masehi, atas permintaan Bhre Kêrtabumi, Syekh Ibrahim Al-Akbar berlayar dari Champa menuju Jawa, diiringi Sayyid Ali Murtadlo dan tiga belas santrinya. Mengingat pertumbuhan kaum muslim yang pesat di pesisir Jawa, syekh keturunan Samarqand itu didaulat untuk menjadi pejabat resmi agama Islam di Keraton Majapahit. Tetapi jung Syekh Ibrahim diamuk badai hingga terdampar di pantai…