Banyak orang mengenalmya sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam Pemberontakan 1926 dan 1948. Yang pertama aksi PKI menetang pemerintah kolonial Belanda. Yang terakhir gerakan PKI di Madiun, Jawa Timur, melawan pemerintah pusat. Dialah Musso, anak Kediri yang ketika kecil rajin mengaji. Mendapat pendidikan politik ketika indekos di rumah H.O.S Tjokroaminoto, sepak terjangntya di m…
Teungku Daud Beureuh, ulama dan tokoh masyarakat karismatik Aceh, mengangkat senjata melawan pemerintah pusat pada 1953. Beliau adalah orang yang menyambut proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945 dengan sumpah setia. Ia mencintai Indonesia merdeka, dihimpunnya dana masyarakat Aceh untuk membiayai perjuangan militer dan diplomatik RI melawan tekanan Belanda. Bung Karono bahkan menganggap Aceh seba…
Kisah tentang Natsir adalah satu cerita tentang "Tokoh Islam di Awal Kemerdekaan", yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berota Mingguan Tempo pada 2003-2010. Serial ini menampilkan wajah Islam Indonesia yang beragam.
Buku ini adalah penelusuran jurnalistik atas sosok Douwes Dekker, pria berdarah Belanda, Prancis, Jerman dan Jawa yang semangatnya lebih menggelora daripada penduduk bumiputra. Bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hadjar Dewantara, ia adalah Tiga Serangkai yang kemudian membentuk partai politik pertama di Indonesia: Indische Partij. Douwes Dekker pada awalnya sangat menginspirasi gerakan revo…
Bertahun-tahun orang mengenalnya sebagai "si jahat". lelaki gugub berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. Dialah Dipa Nusantara Aidit yang dikenal melalui film Pengkhianatan G-30-s/PKI. Di layar perak kita ngeri membayangkan sosoknya, lelaki penuh msulihat, demgam bibir bergetar memerintahkan pembunuhan massal 1965. Siapakah Aidit ? Memimpin PKI pada usia 31, ia hanya p…
Ia berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis serta piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu "pro-rakyat". Ia menghapus The Old Man and the Sea film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak menganggap yan…
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit.' Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahakan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakar…
Empat puluh tahun sejak meninggal, wajah dan nama Sukarno tetap dikenang oleh bangsa Indonesia dan dunia. Ia tetap menjadi simbol revolusi Indonesia sepantaran Che Ghuevara bagi Kuba. Foto-foto masih mudah ditemui dari dalam pigura rumah sampai ke halaman Facebook. Buku ini berisi reportase Majalah Mingguan TEMPO mengenai kehidupan Sukarno. Tidak saja pemikiran, buku ini membahas petualangan, h…
Menentang feodalisme, Haji Oemar Said Tjokroaminoto punya andil menempa para tokoh pergerakan nasional. Dialah guru politik serta induk semang Presiden Soekarno, serta tokoh pergerakan lain, seperti Semaoen, Musso, Alimin, dan Kartosoewijo. Di tangan Tjokro, Sarekat Islam berubah dari organisasi saudagar batik peribumi menjadi gerakan politik yang besar dan kuat. Pidato dan tulisannya mengin…