Dari ujung mataku, kulihat kebingungan di wajah para remaja itu. "Kenapa main musik londo, kiai?' tanya Jazuli. "Memangnya kenapa?" Aku balik bertanya. Mereka tampak semakin bingung "Bukannya alat musik itu bikinan orang kafir?" sanggah Daniel. "Orangnya yang kafir, alat musiknya tidak ada yang muslim atau yang kafir" jawabku sambil kembali menggesek biola perlahan-lahan. Begotulah kontrov…