I We Cudaiq, istri Sawerigading, melahirkan seorang bayi laki-laki. Dialah La Galigo. Namun, I We Cudaiq malu mengakui bahwa dirinya telah bersedia tidur dengan suaminya. Untuk menutupi rasa malu, ia terus maggali-gali (banyak ulah). Sakit hati mendengar ucapan-ucapan istrinya, Sawerigading memutuskan membawa bayi itu dari Istana La Tanete di negeri Cina ke Istana Mallimongang di Mario. La Galiā¦